Wardah Hydra Rose 14X Hyaluronic Pentavitin Deep Barrier Repair Serum

Hydra Rose 14X Hyaluronic Pentavitin Deep Barrier Repair Serum

Brand

Wardah

BPOM

NA18240106854

Wardah Logo
Shopee official store

Deskripsi Produk

Wardah Hydra Rose 14X Hyaluronic Pentavitin Deep Barrier Repair Serum

Wardah Hydra Rose 14X Hyaluronic Pentavitin Deep Barrier Repair Serum adalah serum yang berfungsi untuk memperbaiki dan memperkuat skin barrier kulit untuk kulit lebih sehat dan tahan terhadap external aggressor.

Diformulasikan dengan: 14x Hyaluron - Provides deep and total hydration in every skin levels to preserves skin from dryness. 1% Pentavitin - 3X more effective to promote skin ceramide, NMF, and protein to reinforce skin barrier Allantoin - Help to soothe redness and stinging sensation ß-Glucan - Help to boost skin immunity for healthy-resilient skin


Komposisi/Ingredients

Wardah Hydra Rose 14X Hyaluronic Pentavitin Deep Barrier Repair Serum

EWG Score

Aqua, Propanediol, Methyl Gluceth-20, Butylene Glycol, Trehalose, Ammonium Acryloyldimethyltaurate/VP Copolymer, Saccharide Isomerate, Glycerin, Phenoxyethanol, Dipropylene Glycol, Chlorphenesin, PEG-32, 1,2-Hexanediol, Allantoin, Disodium EDTA, Diazolidinyl Urea, Pentylene Glycol, Sodium Hyaluronate, Trideceth-9, Synthetic Fluorphlogopite, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, Agar, Cetearyl Olivate, Sorbitan Olivate, Beta-Glucan, Citric Acid, Sodium Citrate, Polysorbate 20, Caprylyl Glycol, Fragrance, Hydrolyzed Hyaluronic Acid, Ethylhexylglycerin, Hyaluronic Acid, Hydrolyzed Sodium Hyaluronate, Hydroxypropyltrimonium Hyaluronate, Potassium Hyaluronate, Sodium Acetylated Hyaluronate, Sodium Hyaluronate Crosspolymer, C12-13 Alkyl Glyceryl Hydrolyzed Hyaluronate, CI 19140, CI 17200

Bahan dapat berubah sesuai kebijakan produsen. 
Untuk daftar bahan terlengkap dan terbaru, silakan merujuk pada kemasan produk.

Link Belanja

Shopee

Informasi Komposisi

Wardah Hydra Rose 14X Hyaluronic Pentavitin Deep Barrier Repair Serum

Water / Aqua / Eau

Bahan perawatan kulit yang paling umum dari semuanya. Biasanya terdapat di tempat pertama daftar bahan, artinya merupakan kandungan dominan dari komposisi pembentuk produk. Merupakan pelarut untuk bahan yang tidak bisa larut dalam minyak.

Air yang digunakan dalam kosmetik biasanya telah dimurnikan dan dideionisasi (artinya hampir semua ion mineral di dalamnya dihilangkan). Hal ini dapat membuat produk tetap stabil dari waktu ke waktu.

Fungsi: Pelarut

Propanediol

Emolien yang dapat membuat kulit terasa nyaman dan halus. Berasal dari minyak kelapa dan gliserin, bertekstur ringan, bening, tidak berbau dan tidak berminyak. Bahan yang bagus dan terasa enak di kulit, ditoleransi dengan sangat baik oleh setiap jenis kulit dan mudah diformulasikan.

melembabkan

Fungsi: Emolien, Pelarut

Methyl Gluceth-20

Pelembap berbasis air yang berasal dari glukosa, memberikan hidrasi tanpa rasa lengket. Umumnya digunakan untuk kulit sensitif dan membantu melembutkan kulit.

Butylene Glycol

Pekerjaan utama Butylene Glycol adalah menjadi pelarut untuk bahan lainnya. Tugas lainnya termasuk membantu produk menyerap lebih cepat dan lebih dalam ke dalam kulit (penambah penetrasi), membuat produk menyebar dengan baik ke kulit, dan menarik air (humektan) ke dalam kulit.

melembabkan

memperbaiki tekstur kulit

antiseptik

Fungsi: Pengawet

Trehalose

Gula alami yang berfungsi sebagai pelembap dan antioksidan, membantu melindungi kulit dari dehidrasi dan kerusakan lingkungan.

Ammonium Acryloyldimethyltaurate/ VP Copolymer

Ammonium Acryloyldimethyltaurate/​VP Copolymer adalah sejenis polimer yang terdiri dari amonium akrilat dan asam metil taurat yang disintesis melalui proses polimerisasi. Fungsi utamanya adalah sebagai pengikat atau pengemulsi, yaitu bahan yang dapat membantu menstabilkan formula produk dan menjaga agar bahan-bahan dalam produk tidak terpisah. Selain itu bahan ini juga dapat membantu meningkatkan tekstur dan sifat meresap dari produk, sehingga bahan aktif dapat lebih mudah diserap oleh kulit serta dapat membantu menghasilkan konsistensi yang lebih lembut dan halus pada produk.

Saccharide Isomerate

Humektan alami yang mengikat air di lapisan kulit, memberikan hidrasi tahan lama hingga 72 jam. Karena kemampuannya menyerupai faktor pelembap alami (NMF) kulit, bahan ini membantu mengurangi kekeringan dan meningkatkan elastisitas menjadikannya sangat cocok untuk produk pelembap.

Glycerin

Pelembab alami yang juga ada di kulit kita.Molekul yang sangat umum, aman, efektif, dan murah dan telah digunakan selama lebih dari 50 tahun. Menjaga lipid kulit di antara sel-sel kulit kita dalam keadaan sehat, melindungi dari iritasi, membantu memulihkan lapisan kulit.

melembabkan

memperbaiki tekstur kulit

Fungsi: Pengemulsi, Pelarut, Bahan Aktif

Phenoxyethanol

Aman dan lembut. Bukan paraben. Diperkenalkan sekitar tahun 1950 dan dapat digunakan hingga 1% di seluruh dunia. Dapat ditemukan di alam – dalam teh hijau – tetapi versi yang digunakan dalam kosmetik adalah sintetis.

Dipropylene Glycol

Bahan pelembap dan pelarut yang sering digunakan untuk meningkatkan penyerapan bahan aktif ke dalam kulit. Selain itu, bahan ini memberikan efek lembut dan membantu menjaga stabilitas produk tanpa meninggalkan rasa berminyak.

Chlorphenesin

Berfungsi sebagai pengawet. Bekerja melawan bakteri dan beberapa spesies jamur dan ragi.

PEG-32

Emulsifier yang meningkatkan tekstur produk dan membantu bahan aktif tersebar merata. Sering digunakan dalam produk skincare dan pembersih karena meningkatkan stabilitas formula.

1,2-Hexanediol

Bahan ini mampu membawa bahan-bahan lain untuk melewati skin barrier sampai ke aliran darah. Tidak memiliki manfaat langsung untuk kulit dan memiliki toksik rating yang rendah (tidak mangakibatkan sensitivitas) sehingga biasa digunakan industri kecantikan sebagai pengawet.

Allantoin

Bahan yang bersifat menenangkan yang sering digunakan dalam skincare. Bahan ini dapat ditemukan secara alami di akar & daun tanaman komprei, tetapi yang lebih sering digunakan pada produk kosmetik adalah versi sintetis. Tidak hanya menenangkan tetapi juga melembutkan dan melindungi kulit serta dapat mempercepat penyembuhan luka.

Disodium EDTA

Bahan pembantu yang cukup umum untuk membantu produk tetap stabil dalam waktu yang lebih lama. Bahan ini dapat menetralkan ion logam dalam formula (yang biasanya masuk dari air). Biasanya digunakan dalam jumlah kecil, sekitar 0,1% atau kurang.

Diazolidinyl Urea / Germaben II

Pengawet yang efektif melawan bakteri dan jamur, memperpanjang umur simpan produk. Bahan ini sering digunakan dalam konsentrasi rendah untuk memastikan produk tetap aman digunakan tanpa menimbulkan iritasi.

Pentylene Glycol

Bahan multifungsi yang dapat digunakan sebagai penstabil emulsi, pelarut, dan antimikroba. Selain itu dianggap mampu meningkatkan ketahanan tabir surya terhadap air.

melembabkan

Fungsi: Pelarut, Humektan

Sodium Hyaluronate

Sodium hyaluronate digunakan dalam kosmetik dan perawatan kulit sebagai agen pelembab dan pengikat air karena mampu menarik dan mempertahankan kelembapan pada kulit. Selain itu, sodium hyaluronate juga memiliki sifat antioksidan dan dapat membantu meningkatkan elastisitas dan tekstur kulit.

Trideceth-9

Surfactant yang membantu mengemulsi minyak dan air dalam produk. Bahan ini sering digunakan dalam pembersih dan tidak meninggalkan residu, membuat kulit terasa bersih dan segar.

Synthetic Fluorphlogopite

Mineral sintetis yang berfungsi memberi efek berkilau atau glowing pada produk makeup, seperti highlighter atau eyeshadow. Bahan ini lebih aman dan seragam dibandingkan mica alami.

PEG-40 Hydrogenated Castor Oil

Emulsifier dan surfaktan yang berasal dari minyak jarak, berfungsi untuk mencampur air dan minyak dalam produk kosmetik. Selain itu, bahan ini membantu melembutkan kulit dan meningkatkan penyerapan produk.

Agar

Zat pengental alami yang berasal dari rumput laut, digunakan untuk memberi tekstur pada masker wajah atau gel. Selain itu, agar memiliki sifat pelembap dan membantu menenangkan kulit.

Cetearyl Olivate

Ester yang berasal dari campuran alkohol lemak cetearyl dan asam lemak dari minyak zaitun. Bahan ini digunakan untuk menstabilkan emulsi serta memberikan tekstur halus dan lembut pada kulit.

Sorbitan Olivate

Ester yang berasal dari sorbitol (gula alami) dan asam lemak dari minyak zaitun. Bahan ini berfungsi sebagai emulsifier yang membantu mencampur air dan minyak dalam produk kosmetik, serta memberikan kelembapan pada kulit.

Beta-Glucan

Bahan alami dari tumbuhan atau jamur yang menenangkan kulit dan meningkatkan kemampuan regenerasi.

Citric Acid

Asam alami yang sering digunakan untuk menyeimbangkan pH produk dan juga bekerja sebagai eksfoliator ringan yang membantu mengangkat sel-sel kulit mati, sehingga kulit tampak lebih cerah.

Sodium Citrate

Digunakan terutama untuk mengontrol tingkat pH suatu produk, bahan ini juga memiliki sifat antioksidan dan pengawet.

Polysorbate 20

Emulsifier yang membantu mencampur minyak dan air dalam produk kosmetik, sering digunakan dalam toner atau face mist. Bahan ini juga membantu membersihkan kulit dari kotoran berminyak.

Caprylyl Glycol

Pelembap multifungsi yang tidak hanya melembapkan kulit, tetapi juga memiliki sifat antimikroba yang membantu menjaga kesegaran dan kebersihan produk agar tidak cepat rusak.

FragranceDetail belum tersedia
Hydrolyzed Hyaluronic Acid

Dengan ukuran molekul lebih kecil, bahan ini menembus lapisan kulit lebih dalam dibanding asam hialuronat biasa. Hydrolyzed Hyaluronic Acid membantu mengurangi garis halus dan tanda penuaan dengan meningkatkan kelembapan dari dalam.

Ethylhexylglycerin

Zat pelembut kulit sintetis juga digunakan sebagai bahan pengawet, zat pembawa, atau zat pensuspensi untuk bahan pengawet lainnya seperti Phenoxyethanol.

melembabkan

memperbaiki tekstur kulit

antiseptik

Fungsi: Emolien, Antibakteri

Hyaluronic Acid

Bahan yang terkenal karena kemampuannya menahan air hingga 1000 kali beratnya sendiri, menjaga kulit tetap terhidrasi dan kenyal. Ideal untuk semua jenis kulit, terutama kulit kering dan dehidrasi. Selain itu, bahan ini memperkuat skin barrier dan mencegah transepidermal water loss (TEWL).

Hydrolyzed Sodium Hyaluronate

Sodium hyaluronate versi terhidrolisis ini memberikan hidrasi mendalam dengan penetrasi yang lebih baik. Cocok digunakan pada serum anti-aging untuk mengurangi garis halus dan menjaga kulit tetap elastis.

Hydroxypropyltrimonium Hyaluronate

Hydroxypropyltrimonium Hyaluronate adalah bahan aktif yang sering digunakan dalam produk perawatan kulit dan kosmetik karena fungsi sebagai pengikat, pengental, atau bahan pendukung lainnya. Senyawa ini dikenal memiliki berbagai sifat fungsional tergantung pada karakteristik unik dari masing-masing bahan, seperti memperbaiki tekstur, meningkatkan kelembapan, atau menambah stabilitas pada formulasi.

Potassium Hyaluronate

Alternatif asam hialuronat dengan ukuran molekul lebih kecil, yang memungkinkan penetrasi lebih dalam. Potassium Hyaluronate meningkatkan kelembapan dan menjaga kulit tetap halus dan kenyal.

Sodium Acetylated Hyaluronate

Dikenal sebagai “super hyaluronic acid” karena memiliki kemampuan untuk bertahan lebih lama di kulit, memberikan hidrasi intens dan memperbaiki elastisitas kulit.

Sodium Hyaluronate Crosspolymer

Bentuk jaringan silang dari sodium hyaluronate yang melepaskan kelembapan secara bertahap, menjaga hidrasi kulit sepanjang hari. Ini memberikan efek hidrasi berlapis tanpa membuat kulit terasa lengket.

C12-13 Alkyl Glyceryl Hydrolyzed Hyaluronate

Kombinasi unik yang berfungsi sebagai pelembap sekaligus memperkuat skin barrier. Bahan ini sangat efektif dalam meningkatkan tekstur kulit agar terasa lebih lembut dan kenyal.

CI 19140 (Tartrazine)

Pewarna kuning sintetis yang digunakan dalam kosmetik dan makanan. Beberapa orang dengan sensitivitas terhadap pewarna ini perlu berhati-hati, tetapi secara umum aman dalam batasan yang ditetapkan.

CI 17200 (Red 33)

Pewarna sintetis berwarna merah yang sering digunakan dalam makeup dan produk perawatan tubuh. Aman untuk pemakaian eksternal namun tidak disarankan untuk kulit yang sangat sensitif.

Tinggalkan komentar