Ethylhexyl palmitate adalah emolien yang memberikan tekstur halus dan lembut pada kulit. Bahan ini membantu mengunci kelembapan dan meningkatkan kemampuan penyebaran produk. Selain itu, ia sering digunakan sebagai alternatif ringan untuk minyak mineral dalam formula kosmetik.
Emolien yang berfungsi membentuk lapisan pelindung pada kulit untuk mencegah kehilangan kelembapan. Sering digunakan dalam produk pelembap untuk kulit kering dan pecah-pecah, memberikan hidrasi intens serta melindungi dari iritasi lingkungan.
Synthetic Wax adalah campuran lilin buatan yang digunakan sebagai emolien, pengental, dan pembentuk tekstur dalam kosmetik. Bahan ini membantu memberikan konsistensi yang stabil pada lipstik, balm, dan krim. Juga meningkatkan daya tahan produk di kulit.
Bis-Diglyceryl Polyacyladipate-2 adalah bahan aktif yang sering digunakan dalam produk perawatan kulit dan kosmetik karena fungsi emolien, pelembap, atau bahan pendukung lainnya. Senyawa ini dikenal memiliki berbagai sifat fungsional tergantung pada karakteristik unik dari masing-masing bahan, seperti melembutkan kulit, menambah kilau, atau meningkatkan stabilitas produk.
Ethylhexyl Methoxycinnamate atau Octinoxate adalah tabir surya tertua dan paling umum yang digunakan untuk melindungi kulit, terutama terhadap sinar UVB. Meskipun octinoxate memang memberikan perlindungan UVA, ia tidak melindungi terhadap seluruh rentang panjang gelombang UVA; Oleh karena itu, harus ada hadiah aktif lain yang melindungi UVA dalam tabir surya yang Anda gunakan.
Crambe Abyssinica Seed Oil adalah bahan aktif yang sering digunakan dalam produk perawatan kulit dan kosmetik karena fungsi emolien, pelembap, atau bahan pendukung lainnya. Senyawa ini dikenal memiliki berbagai sifat fungsional tergantung pada karakteristik unik dari masing-masing bahan, seperti melembutkan kulit, menambah kilau, atau meningkatkan stabilitas produk.
Ozokerite adalah bahan aktif yang umum digunakan dalam produk kosmetik dan skincare karena manfaatnya dalam meningkatkan kelembapan, elastisitas kulit, dan membantu regenerasi kulit. Bahan ini juga berfungsi sebagai antioksidan, pelembut, atau bahan pendukung lainnya dalam formula kosmetik.
Aman dan lembut. Bukan paraben. Diperkenalkan sekitar tahun 1950 dan dapat digunakan hingga 1% di seluruh dunia. Dapat ditemukan di alam – dalam teh hijau – tetapi versi yang digunakan dalam kosmetik adalah sintetis.
Esters dari minyak jojoba yang memberikan kelembapan tahan lama dan memperbaiki skin barrier. Bahan ini menenangkan kulit serta meningkatkan elastisitas, membuatnya cocok untuk semua jenis kulit, termasuk yang kering.
Zat pelembut kulit sintetis juga digunakan sebagai bahan pengawet, zat pembawa, atau zat pensuspensi untuk bahan pengawet lainnya seperti Phenoxyethanol.
melembabkan
memperbaiki tekstur kulit
antiseptik
Fungsi: Emolien, Antibakteri
Digunakan sebagai bahan pengental, pemutih, pelumas, dan tabir surya dalam kosmetik. Melindungi kulit dari radiasi UVA dan UVB dan dianggap tidak ada risiko sensitivitas kulit. Karena sifatnya yang lembut, titanium dioksida adalah tabir surya yang aktif untuk kulit sensitif dan rawan kemerahan . Bagus untuk digunakan di sekitar mata, karena tidak menyebabkan sengatan.
Bahan yang bersifat menenangkan yang sering digunakan dalam skincare. Bahan ini dapat ditemukan secara alami di akar & daun tanaman komprei, tetapi yang lebih sering digunakan pada produk kosmetik adalah versi sintetis. Tidak hanya menenangkan tetapi juga melembutkan dan melindungi kulit serta dapat mempercepat penyembuhan luka.
Versi vitamin E murni yang paling umum digunakan dalam kosmetik. Menurut Leslie Baumann, meskipun bahan ini lebih stabil dan memiliki masa simpan yang lebih lama, ia juga lebih sulit diserap oleh kulit dan mungkin tidak memiliki efek perlindungan cahaya mengagumkan yang sama dengan Vit E.
Butylhydroxytoluene (BHT) adalah sintetis antioksidan kuat yang digunakan untuk mencegah oksidasi pada produk kosmetik dan menjaga stabilitas formula. Bahan ini melindungi bahan aktif dari kerusakan akibat paparan udara dan cahaya. Meskipun efektif dalam jumlah kecil, penggunaannya dalam kosmetik diatur ketat untuk memastikan keamanan.Jumlah penggunaan BHT dalam produk kosmetik biasanya 0,01-0,1%, dan tidak menimbulkan risiko bagi kulit, juga tidak menembus kulit cukup jauh untuk diserap ke dalam aliran darah.
Tiga molekul glycerin yang terikat bersama. Merupakan humektan seperti glycerin, namun memiliki struktur molekul yang lebih besar sehingga lebih lambat menembus kulit sehingga memberikan kelebapan yang lebih lama.
Emulsifier alami yang memastikan campuran bahan berbasis minyak dan air tetap stabil. Memberikan tekstur lembut dan halus pada formulasi produk. Membantu bahan aktif terserap dengan lebih baik ke dalam kulit.
Tocopherol adalah sejenis vitamin yang terdapat dalam berbagai jenis minyak nabati, seperti minyak biji bunga matahari, minyak biji zaitun, dan minyak biji aprikot. Tocopherol merupakan salah satu jenis vitamin E yang dikenal memiliki manfaat bagi kulit dan rambut. Fungsi utama tocopherol adalah sebagai antioksidan, yaitu bahan yang dapat membantu melindungi kulit dan rambut dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.
Bahan ini dapat menyebabkan iritasi pada kulit yang sensitif jika digunakan dalam jumlah yang terlalu banyak atau terlalu sering.


