Senka ALL Clear Sheet

Deskripsi produk

Senka ALL Clear Sheet

Sumber : Senka official website

Varian make-up remover terbaru dari Senka yang praktis dibawa di dalam pouch Anda. Berbentuk lembaran tisu yang memiliki kemampuan untuk menghapus heavy make-up, bahkan maskara waterproof sekalipun. Tak hanya mampu bersihkan wajah dari kotoran, Senka A.L.L. Clear Sheet juga dapat menghilangkan komedo, keratin yang tidak dibutuhkan, serta membantu mengurangi kulit kusam dengan 100% cotton buatan Jepang. Tersedia dalam ukuran 44 sheets dan 10 sheets.


Komposisi / Ingredients

EWG Score

Water (aqua), Cyclopentasiloxane, Butylene Glycol, Cetyl Ethylhexanoate, Dipropylene Glycol, Glycerin, PEG-60 Hydrogenated Castor Oil, Phenoxyethanol, Methylparaben, Acrylates/c10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Sodium Methyl Cocoyl Taurate, Potassium Hydroxide, Carbomer, Fragrance (parfum), Disodium EDTA, Xylitol, Betaine, Sodium Hyaluronate, Sodium Acetylated Hyaluronate, Sericin, Alcohol, Citric Acid, Potassium Sorbate, Hydrolyzed Silk

Bahan dapat berubah sesuai kebijakan produsen. 
Untuk daftar bahan terlengkap dan terbaru, silakan merujuk pada kemasan produk.

Harga & Ukuran

44 helai

Harga yang tertera adalah harga normal tanpa diskon.

Cara Penggunaan

  • Ambil satu lembar dan lipat menjadi 4 bagian permukaan,
  • Usap lembut 1 permukaan ke area mata, diamkan beberapa saat untuk melunturkan make-up waterproof,
  • Gunakan 3 permukaan lainnya untuk menghapus make-up lainnya, diamkan beberapa saat pada kulit wajah, lalu usapkan dari arah dalam ke luar,
  • Lanjutkan dengan Senka Perfect Whip untuk sempurnakan proses double cleansing Anda.


Informasi Komposisi

Water / Aqua / Eau

EWG Score:

1

Bahan perawatan kulit yang paling umum dari semuanya. Biasanya terdapat  di tempat pertama daftar bahan, artinya merupakan kandungan dominan dari komposisi pembentuk produk. Merupakan pelarut untuk bahan yang tidak bisa larut dalam minyak.

Air yang digunakan dalam kosmetik biasanya telah dimurnikan dan dideionisasi (artinya hampir semua ion mineral di dalamnya dihilangkan). Hal ini dapat membuat produk tetap stabil dari waktu ke waktu.i yang dikumpulkan lebah untuk membangun sarangnya.

Fungsi : Pelarut

Cyclopentasiloxane

Silikon berstruktur siklik berukuran panjang 5 unit yang sangat umum digunakan. Bersifat setipis air dan tidak menempel di kulit namun dapat menguap (disebut silikon volatil). Mirip dengan silikon lainnya, Cyclopentasiloxane memberi kulit dan rambut kesan halus dan lembut.

Butylene Glycol

Pekerjaan utama Butylene Glycol adalah menjadi pelarut untuk bahan lainnya. Tugas lainnya termasuk membantu produk menyerap lebih cepat dan lebih dalam ke dalam kulit (penambah penetrasi), membuat produk menyebar dengan baik ke kulit, dan menarik air (humektan) ke dalam kulit.

Fungsi : Pengawet

Glycerin

Pelembab alami yang juga ada di kulit kita.Molekul yang sangat umum, aman, efektif, dan murah dan telah digunakan selama lebih dari 50 tahun. Menjaga lipid kulit di antara sel-sel kulit kita dalam keadaan sehat, melindungi dari iritasi, membantu memulihkan lapisan kulit.

Fungsi : Pengemulsi, Pelarut, Bahan Aktif

melembabkanmemperbaiki tekstur kulit
PEG-60 Hydrogenated Castor Oil

Berasal dari minyak jarak. Berwarna putih seperti lemak babi yang digunakan sebagai pelarut untuk memasukan wewangian ke dalam produk berbasis air seperti toner.

Phenoxyethanol

Aman dan lembut. Bukan paraben. Diperkenalkan sekitar tahun 1950 dan dapat digunakan hingga 1% di seluruh dunia. Dapat ditemukan di alam – dalam teh hijau – tetapi versi yang digunakan dalam kosmetik adalah sintetis.

Methylparaben

Paraben adalah kelompok pengawet kontroversial yang meliputi butylparaben, isobutylparaben, propylparaben, methylparaben, dan ethylparaben. Merupakan kelompok pengawet yang paling banyak digunakan dalam kosmetik. Paraben sangat populer karena profilnya yang lembut, tidak peka, dan sangat efektif dibandingkan dengan pengawet lain, tetapi juga karena mereka diturunkan secara alami dari tanaman, sebuah fenomena langka untuk pengawet.

Potassium Hydroxide

Bahan yang sangat basa yang membantu mengatur pH formula kosmetik menjadi tepat. Mirip dengan natrium hidroksida yang lebih sering digunakan.

Carbomer

Molekul besar yang dapat mengubah cairan menjadi gel. Biasanya harus dinetralkan dengan basa (seperti Natrium Hidroksida) agar dapat menebal dan menghasilkan gel yang kental, bening dan tidak lengket sehingga nyaman di kulit. Biasanya digunakan 1% atau kurang dalam sebagian besar formulasi.

Disodium EDTA

Bahan pembantu yang cukup umum untuk membantu produk tetap stabil dalam waktu yang lebih lama. Bahan ini dapat menetralkan ion logam dalam formula (yang biasanya masuk dari air). Biasanya digunakan dalam jumlah kecil, sekitar 0,1% atau kurang.

Betaine

Bahan pelembab lembut yang mungkin berasal dari tumbuhan atau sintetis, betaine juga secara alami terjadi pada kulit dan tubuh. Ini dikenal sebagai osmolyte, bahan yang membantu kulit beradaptasi dengan kehilangan dan perolehan kelembaban, yang pada dasarnya bekerja untuk menyeimbangkan hidrasi kulit.

Potassium Sorbate

Digunakan sebagai bahan pengawet, hampir selalu digunakan bersamaan dengan bahan pengawet lainnya.

Rating & Review

Total Review

0
Rated 0 out of 5
0 dari 5 bintang (berdasarkan 0 ulasan)
Luar biasa!! 🤩0%
Bagus 😚0%
Biasa saja 🙂0%
Kurang 😕0%
Mengecewakan 😡0%

Belum ada review nih. Jadilah yang pertama mengulas produk ini 📝

Share on:

Tinggalkan komentar