Emina Apricot Jam Face Scrub

Dengan berbelanja produk ini melalui link affiliate kami, ingredio.id mendapat sedikit komisi yang akan digunakan untuk pemeliharaan, pengembangan dan operasional website.

Deskripsi produk

Emina Apricot Jam Face Scrub

Sumber : Emina official website

Negara Asal : Indonesia

Sweet treat for your skin! Kombinasi dari Apricot Seed dan Olive Oil dalam Emina Apricot Jam Face Scrub akan secara natural mengeksfoliasi, melembapkan, dan membersihkan sel kulit mati serta kotoran dari kulit wajah kamu. Dapatkan wajah segar seketika!


Komposisi / Ingredients

Emina Apricot Jam Face Scrub

EWG Score

Aqua, Cetyl Alcohol, Stearyl Alcohol, Glyceryl Stearate, Polyethylene, Apricot (Prunus Armeniaca) Seed Powder, Lanolin Anhydrous, Isopropyl Myristate, Lanolin Alcohol, Sodium Lauryl Sulfate, Olive (Olea Europaea) Oil, Fragrance, Phenoxyethanol, Methylparaben, Propylparaben, Tocopheryl Acetate, Ethylhexylglycerin

Bahan dapat berubah sesuai kebijakan produsen. 
Untuk daftar bahan terlengkap dan terbaru, silakan merujuk pada kemasan produk.

Harga & Ukuran

60ml – IDR 26.500 (IDR 441/ml)

Harga yang tertera adalah harga normal tanpa diskon. Harga dapat berbeda sesuai kebijakan seller.
Harga yang ditampilkan di ingredio.id adalah berdasarkan harga pasaran rata-rata yang kami dapatkan ketika artikel ini dibuat dengan pembulatan.

Cara Penggunaan

Aplikasikan pada wajah dengan air, gosok secara perlahan lalu bilas dengan air.



Informasi Komposisi

Water / Aqua / Eau

EWG Score:

1

Bahan perawatan kulit yang paling umum dari semuanya. Biasanya terdapat  di tempat pertama daftar bahan, artinya merupakan kandungan dominan dari komposisi pembentuk produk. Merupakan pelarut untuk bahan yang tidak bisa larut dalam minyak.

Air yang digunakan dalam kosmetik biasanya telah dimurnikan dan dideionisasi (artinya hampir semua ion mineral di dalamnya dihilangkan). Hal ini dapat membuat produk tetap stabil dari waktu ke waktu.i yang dikumpulkan lebah untuk membangun sarangnya.

Fungsi : Pelarut

Cetyl Alcohol

Lemak alkohol yang digunakan sebagai emolien, emulsifier, pengental dan agen pembawa bahan lainnya. Dapat diturunkan secara alami, seperti dalam alkohol lemak kelapa, atau dibuat secara sintetis.

Polyethylene

Polyethylene adalah plastik paling umum di dunia. Bahan ini adalah polimer super serbaguna (molekul dari subunit berulang) dan dalam hal kosmetik sering disebut sebagai microbeads.Mampu mengentalkan formula bebas air, meningkatkan kekerasan dan meningkatkan titik leleh emulsi dan balsem tanpa air.

Isopropyl Myristate

Senyawa lemak yang berasal dari isopropyl alcohol dan myristic acid. Dapat menyebabkan komedo dan mulai berangsur-angsur ditinggalkan pada banyak formulasi baru. Berdasarkan informasi yang tersedia, pada awal 1980-an CIR Expert Panel mengklaim bahwa bahan ini dirasa aman, namun saat ini CIR sedang mempertimbangkan dan meneliti kembali untuk menentukan penilaian keamanan terhadap bahan ini.

Sodium Lauryl Sulfate

SLS berpotensi mengiritasi mata dan kulit namun dapat diatasi dengan formulasi yang tepat dan uji iritasi yang dilakukan oleh produsen produk. SLS dianggap sebagai bahan yang ramah lingkungan karena 100% kandungan biobased, biodegradabilitas, dan potensi bioakumulasi yang rendah. Data toksikologi mendukung bahwa SLS aman digunakan dalam produk pembersih bila diformulasikan untuk meminimalkan potensi iritasinya.

Phenoxyethanol

Aman dan lembut. Bukan paraben. Diperkenalkan sekitar tahun 1950 dan dapat digunakan hingga 1% di seluruh dunia. Dapat ditemukan di alam – dalam teh hijau – tetapi versi yang digunakan dalam kosmetik adalah sintetis.

Methylparaben

Paraben adalah kelompok pengawet kontroversial yang meliputi butylparaben, isobutylparaben, propylparaben, methylparaben, dan ethylparaben. Merupakan kelompok pengawet yang paling banyak digunakan dalam kosmetik. Paraben sangat populer karena profilnya yang lembut, tidak peka, dan sangat efektif dibandingkan dengan pengawet lain, tetapi juga karena mereka diturunkan secara alami dari tanaman, sebuah fenomena langka untuk pengawet.

Tocopheryl Acetate

Versi vitamin E murni yang paling umum digunakan dalam kosmetik. Menurut Leslie Baumann, meskipun bahan ini lebih stabil dan memiliki masa simpan yang lebih lama, ia juga lebih sulit diserap oleh kulit dan mungkin tidak memiliki efek perlindungan cahaya mengagumkan yang sama dengan Vit E.

Ethylhexylglycerin

Zat pelembut kulit sintetis juga digunakan sebagai bahan pengawet, zat pembawa, atau zat pensuspensi untuk bahan pengawet lainnya seperti Phenoxyethanol.

Fungsi : Emolien, Antibakteri

melembabkanmemperbaiki tekstur kulitantiseptik

Rating & Review

Total Review

0
Rated 0 out of 5
0 dari 5 bintang (berdasarkan 0 ulasan)
Luar biasa!! 🤩0%
Bagus 😚0%
Biasa saja 🙂0%
Kurang 😕0%
Mengecewakan 😡0%

Belum ada review nih. Jadilah yang pertama mengulas produk ini 📝

Share on:

Tinggalkan komentar