Fungsi Bahan Kosmetik

Artikel

Fungsi Bahan Kosmetik

Suatu bahan dapat memiliki fungsi lebih dari satu pada sebuah formulasi. Pelajari fungsi bahan kosmetik yang biasa muncul di produk favoritmu.


Suatu bahan dapat memiliki fungsi lebih dari satu pada sebuah formulasi. Namun fungsi bahan kosmetik mana yang dominan biasanya ditentukan kembali berdasarkan informasi yang diberikan oleh supplier. Pastikan untuk selalu memeriksa material flow chart dan metode pembuatan untuk mendapatkan formula yang digunakan sehingga klaim dan informasi dapat dipertanggungjawabkan.

Penting juga untuk mengetahui klaim dari bahan pada spektrum natural-sintetis. Berikut adalah petunjuk yang akan digunakan untuk menunjukkan sifat bahan kosmetik:

  • (N) = Natural
  • (NDM) = Diperoleh dari alam dan mengalami proses pengolahan secara minimal
  • (NDS) = Diperoleh dari alam dan dioleh secara kompleks menggunakan bahan kimia sintetis
  • (NI) = Identik dengan versi natural
  • (S) = Bahan sintetis

Abrasif

Berfungsi untuk menghilangkan sel dan plak yang ada pada permukaan kulit atau gigi. Bahan-bahan abrasif biasanya banyak ditemukan pada produk-produk eksfoliating seperti body scrub dan juga pada produk pasta gigi. Bahan abrasif yang umum digunakan antara lain:

  • Body exfoliants – Avena sativa (oat) kernel meat (N); Juglans regia (walnut) shell powder (N); Hydrogenated jojoba wax (NDM)
  • Pasta gigi – Silica (biasanya merupakan bahan sintesis(S), namun perlu diperhatikan kembali dokumentasi dari supplier); Sodium bicarbonate (N).

Antioksidan

Biasa digunakan pada produk untuk mengurangi oksidasi dan mencegah produk menjadi tengik. Bahan-bahan ini tidak meningkatkan masa simpan produk namun dapat menutrisi kulit. Vitamin dan ekstrak tanaman yang umum kita jumpai sebagai antioksidan antara lain:

  • Vitamin – Tocopherol (Vitamin E) (dapat berupa NDM atau S tergantung sumbernya. Cek kembali dokumentasi supplier).
  • Plant extract – Camellia sinensis leaf extract (green tea extract); Chamomilla recutita (chamomile) flower extract; Rosmarinus officinalis (rosemary) leaf extract; Vitis vinifera (grape) seed extract. Ektrak tanaman biasanya tergolong sebagai N, namun yang harus diperhatikan adalah keterangan solvents atau pelarut serta penambahan pengawet pada bahan.

Chelating Agents

Kadang disebut juga sequestrants. Berfungsi untuk menetralisir ion logam sehingga produk lebih stabil dan tahan lama. Chelating agent penting dalam produk-produk yang menghasilkan busa agar produk dapat tetap stabil. Chelating agent yang biasa digunakan antara lain : Citric Acid (NI); Disodium EDTA (S); Tetrasodium EDTA (S).

Bahan Pewarna (Colourants)

Digunakan untuk mewarnai rambut atau mewarnai kulit seperti eye shadow, blush on, dll. Sementara pewarnaan pada produk skincare lebih kepada estetika (terlihat cantik di dalam botol) dan terkadang juga persepsi konsumen. Persepsi konsumen contohnya adalah ketika ada produk mengandung ekstrak sakura, konsumen merasa produk dengan warna pink muda akan terlihat lebih “meyakinkan”, begitu pula dengan warna ungu muda pada produk dengan bahan lavender.

Contoh pewarna antara lain:

  • Pewarna superficial : Acid Green 1 (S); Basic Yellow 40 (S)
  • Pewarna pada kosmetik: Iron Oxide Red (dianggap termasuk NDM); Chromium Oxide Green (dianggap termasuk NDM).

Astringent

Biasa digunakan pada produk toner, biasanya digunakan untuk membersihkan kotoran atau sisa makeup yang tidak terangkat saat mencuci muka. Astringent biasanya juga memiliki efek mengencangkan dan meratakan warna kulit. Kadang bahan ini juga digunakan pada aftershave lotion.

Contoh astringent:

  • Alkohol (dapat berupa N atau S tergantung sumbernya)
  • Hamamelis virginiana (witch hazel) extract (biasanya N namun harus dicek lebih lanjut berdasarkan informasi supplier).

Emulsion Stabilizer

Emulsion/Emulsi adalah cairan berwana putih dan creamy yang terbentuk ketika minyak dan air bercampur. Namun, emulsion stabilizer bukanlah bahan untuk membuat emulsi, melainkan bahan yang digunakan untuk sebagai penstabil ketika emulsi sudah terbentuk – mencegah air dan minyak terpisah.

Bahan ini dapat diperoleh dari alam atau sintesis dan dapat berfungsi juga sebagai agen pengental (thickening agent). Contoh emulsion stabilizer yang sering digunakan antara lain:

  • Xanthan Gum (N)
  • Cellulose gum, Hydroxyethyl celullose (NDS)
  • Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer (S)
  • Carbomer (S)

Exfoliant

Exfoliant berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati. Chemical exfoliant biasanya ditemukan pada produk-produk yang memiliki efek mencerahkan serta peeling effect (mengangkat lapisan kulit terluar agar terbentuk lapisan kulit baru). Contoh exfoliant yang umum digunakan adalah:

  • Glycolic Acid, Lactic Acid, Salicylic Acid (normalnya adalah N atau NDM, namun ada juga yang NI – cek kembali dokumentasi dari supplier).

Pewangi / Fragrances

Biasanya disebutkan sebagai fragrance atau perfume pada komposisi skincare. Biasanya ditambahkan untuk memberikan sensasi wewangian untuk meningkatkan pengalaman pengguna (consumers experience) dan untuk menutupi bau yang kurang sedap (misalnya bau kimia) yang ada pada produk. Variasi fragrance sangat banyak dan spektrumnya juga bermacam-macam (terdapat fragrance dengan kategori N seperti essential oil, namun juga ada fragrances yang termasuk NDM, NDS, NI dan S).

pH Adjuster

Berfungsi untuk mengatur pH pada kadar yang diinginkan. Dapat berupa asam/acid (untuk menurunkan pH) atau basa (untuk menaikkan pH). Contoh bahan untuk pH adjuster adalah:

  • Asam: Citric Acid (N); Lactic Acid (umumnya N).
  • Basa : Potassium Hydroxyde (N); Sodium Hydroxide (N), Triethalomine (S).

Preservatives (Pengawet)

Digunakan untuk mengawetkan produk dan mencegah berkembangnya mikroba. Banyak misinformasi mengenai penggunaan preservatif sehingga sebaiknya produsen menyakinkan kembali asal dari preservatif (apakah natural atau sintetis) sebelum menentukan klaim. Contoh preservatif antara lain:

  • Diazolidinyl urea (S); Methyl Paraben (S); Phenoxythanol (S); Propyl Paraben (S); Sodium Hydroxymethylglycinate (S).

Skin Conditioning Agents

Adalah bahan yang digunakan untuk membuat kulit terasa lembut, kenyal, dan lembab. Biasanya dapat memberikan hidrasi dan sebagai sumber nutrisi bagi kulit. Terbagi atas 4 kategori yaitu : Emolien, Humektan, Oklusif, dan Miscellanoeous (kategori lainnya).

Emolien

Berfungsi untuk melembutkan kulit. Mengurangi tampilan kulit pecah-pecah sehingga kulit terlihat halus dan lembut. Contohnya antara lain:

  • Cocoglycerides (NDM) ; Caprylic/Capric Triglycerides (NDM)
  • PEG-6 Caprylic/Capric Glyceride, Isopropyl myristate (NDS)
  • Dimethicone (S); Mineral Oil (S).

Humektan

Berfungsi untuk mencegah hilangnya kelembaban pada permukaan kulit. Contohnya antara lain:

  • Glycerin (dapat berupa NDM atau NI tergantung sumbernya).
  • Sodium Hyaluronate (dapat berupa NDM atau NI tergantung sumbernya).

Oklusif

Berfungsi mencegah evaporasi (penguapan) air pada permukaan kulit yang dapat membuat kulit menjadi dehidrasi. Contoh bahan oklusif antara lain:

  • Butyrospermum parkii (shea butter) (N); Simmondsia chinensis (Jojoba) seed oil (N).
  • Caprylic/Capric Triglyceride (NDM).
  • Dimethicone (S); Propylene Glycol Dioleate (S).

Solvents (Pelarut)

Adalah cairan yang digunakan untuk melarutkan zat lain. Bahan ini dapat mempengaruhi struktur produk dan beberapa diantaranya memiliki fungsi tambahan. Contoh:

  • Water (Air) (N); Alkohol (dapat berupa N atau S); Butylene Glycol (S); Glycerin (dapat berupa NDM atau NI); Propylene Glycol (S).

Sunscreen Agents (Tabir Surya)

Berfungsi untuk melindungi kulit dari radiasi ultraviolet. Sunscreen agents dapat bersifat chemical (menyerap UV) dan dapat juga berupa physical (memantulkan sinar UV). Contoh sunscreen agent antara lain:

  • Chemical Sunscreen: Benzophenone-3 (S); Butyl Methoxydibenzoylmethane(S); Ethylhexyl Methoxynamite (S).
  • Physical Sunscreen: Titanium Dioxide (NDM); Zinc Oxide (NDM).

Surfaktan

Surfaktan merupakan bahan yangdapat digunakan sebagai bahan pembasah, pengemulsi dan pembusa. Surfaktan terbagi dalam 3 bagian, antara lain:

Cleansing Agents

Mampu menghasilkan busa dan membersihkan permukaan kulit dan rambut. Dapat berupa bahan sintesis maupun natural. Cleansing agents yang umum kita jumpai antara lain:

  • Cocoyl Glucoside (NDM); Decyl Glucoside (NDM)
  • Cocamidopropyl Betaine (NDS); Sodium Lauryl Sulfate (NDS); Sodium Metthyl Cocoyl Taurate (NDS)
  • Sodium C14-16 Olefin Sulfonate (S).

Emulsifying Agents

Bahan yang berfungsi untuk mencampurkan minyak dan air dalam sebuah emulsi. Contoh bahan:

  • Cetearyl Alcohol (NDM); Stearic Acid (NDM);
  • Ceteareth-20 (NDS); PEG-100 Stearate (NDS).

Solubilizer (Pelarut)

Bahan yang berfungsi untuk melarutkan bahan lain yang umumnya sulit untuk dilarutkan. Contoh yang umum digunakan:

  • Laureth-20 (NDS); PEG-40 Hydrogenated Castor Oil (NDS); Polysorbate 80 (NDS).

Viscosity Increasing Agent (Bahan Pengental)

Aqueous

Berfungsi untuk mengentalkan bahan yang larut dalam air. Dapat berupa bahan natural atau sintetis.

  • Agar (N); Xantham Gum (N).
  • Guar Hydroxypropyltrimonium Chloride (NDS); Hydroxyethylcellulose (NDS).
  • Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer (S); Carbomer (S).

Non-Aqueous

Berfungsi untuk mengentalkan bahan yang larut dalam minyak. Dapat berupa bahan natural atau sintetis.

  • Beeswax (N); Euphorbia Cerifera (candelilla) wax (N).
  • Stearalkonium Bentonite (NDS).
  • Microcrystalline Wax (S); Silica Dimethyl Silylate (S).
Share on:

Satu pemikiran pada “Fungsi Bahan Kosmetik”

Tinggalkan komentar