Emolien yang berfungsi membentuk lapisan pelindung pada kulit untuk mencegah kehilangan kelembapan. Sering digunakan dalam produk pelembap untuk kulit kering dan pecah-pecah, memberikan hidrasi intens serta melindungi dari iritasi lingkungan.
Bahan sintetis digunakan sebagai agen peningkat emolien dan tekstur dalam kosmetik. Larut dalam minyak dan bahan-bahan seperti minyak, dan dapat memberikan hasil akhir yang lembut pada produk. Kelarutannya yang sangat baik adalah salah satu alasan utamanya digunakan di banyak tabir surya, karena membantu menjaga bahan aktif tersebar di seluruh formula.
Bis-Diglyceryl Polyacyladipate-2 adalah bahan aktif yang sering digunakan dalam produk perawatan kulit dan kosmetik karena fungsi emolien, pelembap, atau bahan pendukung lainnya. Senyawa ini dikenal memiliki berbagai sifat fungsional tergantung pada karakteristik unik dari masing-masing bahan, seperti melembutkan kulit, menambah kilau, atau meningkatkan stabilitas produk.
Synthetic Wax adalah campuran lilin buatan yang digunakan sebagai emolien, pengental, dan pembentuk tekstur dalam kosmetik. Bahan ini membantu memberikan konsistensi yang stabil pada lipstik, balm, dan krim. Juga meningkatkan daya tahan produk di kulit.
Ethylhexyl Methoxycinnamate atau Octinoxate adalah tabir surya tertua dan paling umum yang digunakan untuk melindungi kulit, terutama terhadap sinar UVB. Meskipun octinoxate memang memberikan perlindungan UVA, ia tidak melindungi terhadap seluruh rentang panjang gelombang UVA; Oleh karena itu, harus ada hadiah aktif lain yang melindungi UVA dalam tabir surya yang Anda gunakan.
Butyl Methoxydibenzoylmethane, juga dikenal sebagai Avobenzone, adalah zat kimia yang sering digunakan dalam produk tabir surya sebagai bahan aktif untuk melindungi kulit dari sinar UVA. Zat ini bekerja dengan menyerap sinar UVA dan mengubahnya menjadi energi yang tidak berbahaya bagi kulit. Butyl Methoxydibenzoylmethane cenderung stabil dalam formula tabir surya dan tahan terhadap degradasi oleh sinar matahari, sehingga memberikan perlindungan yang lebih andal bagi kulit.
Lilin sintetis yang digunakan sebagai pengental dan penstabil dalam formulasi. Memberikan struktur pada produk seperti lip balm atau salep, sekaligus membantu melembutkan kulit. Aman dan tahan lama di kulit.
Fungsi: utama Macadamia Ternifolia Seed Oil adalah sebagai pelicin atau pelembab, yaitu bahan yang dapat membantu menjaga kelembaban kulit dan rambut. Dapat digunakan juga sebagai bahan pembersih alami dalam produk perawatan kulit untuk membersihkan kulit dari sisa-sisa make up dan kotoran.
C10-30 Cholesterol/Lanosterol Esters adalah bahan aktif yang sering digunakan dalam produk perawatan kulit dan kosmetik karena fungsi emolien, pelembap, atau bahan pendukung lainnya. Senyawa ini dikenal memiliki berbagai sifat fungsional tergantung pada karakteristik unik dari masing-masing bahan, seperti melembutkan kulit, menambah kilau, atau meningkatkan stabilitas produk.
Zinc oxide adalah bahan mineral yang digunakan sebagai pelindung kulit, terutama dalam produk tabir surya. Bahan ini bekerja dengan membentuk lapisan pelindung fisik yang memantulkan sinar UV, melindungi kulit dari kerusakan akibat matahari. Selain itu, zinc oxide juga memiliki sifat antiinflamasi dan menenangkan, menjadikannya cocok untuk kulit sensitif, berjerawat, atau yang rentan terhadap iritasi.
Bahan aktif yang digunakan sebagai pengental, pelumas, dan tabir surya dalam kosmetik. Bahan ini bekerja dengan membentuk lapisan pelindung fisik yang memantulkan sinar UV, melindungi kulit dari kerusakan akibat matahari dan dianggap tidak menimbulkan sensitisasi kulit. Merupakan physical sunscreen yang efektif dalam memberikan perlindungan terhadap sinar UVA dan UVB dan dianggap sebagai kandungan sunscreen dengan jangkauan spektrum paling luas dibandingkan bahan sunscreen lainnya. Selain itu, zinc oxide juga memiliki sifat antiinflamasi dan menenangkan, menjadikannya cocok untuk kulit sensitif, berjerawat, atau yang rentan terhadap iritasi.
Aman dan lembut. Bukan paraben. Diperkenalkan sekitar tahun 1950 dan dapat digunakan hingga 1% di seluruh dunia. Dapat ditemukan di alam – dalam teh hijau – tetapi versi yang digunakan dalam kosmetik adalah sintetis.
Jojoba Seed Oil adalah minyak yang diperoleh dari biji pohon jojoba, yaitu tumbuhan yang tumbuh di daerah-daerah kering seperti Amerika Selatan dan Amerika Tengah. Fungsi utama Jojoba Seed Oil adalah sebagai pelicin atau pelembab, yaitu bahan yang dapat membantu menjaga kelembaban kulit dan rambut. Jojoba Seed Oil juga dapat membantu melembutkan dan mengencangkan kulit, serta membantu menjaga kelembaban dan kesehatan kulit.
Fungsi: utama bisabolol adalah sebagai anti-inflamasi, yaitu bahan yang dapat membantu mengurangi peradangan pada kulit. Bisabolol juga dapat membantu melembutkan kulit dan menenangkan kulit yang teriritasi. Selain itu, bisabolol juga dapat membantu meningkatkan efektivitas bahan aktif lain dalam produk, seperti meningkatkan penetrasi bahan aktif ke dalam kulit.
Versi vitamin E murni yang paling umum digunakan dalam kosmetik. Menurut Leslie Baumann, meskipun bahan ini lebih stabil dan memiliki masa simpan yang lebih lama, ia juga lebih sulit diserap oleh kulit dan mungkin tidak memiliki efek perlindungan cahaya mengagumkan yang sama dengan Vit E.
Zat pelembut kulit sintetis juga digunakan sebagai bahan pengawet, zat pembawa, atau zat pensuspensi untuk bahan pengawet lainnya seperti Phenoxyethanol.
melembabkan
memperbaiki tekstur kulit
antiseptik
Fungsi: Emolien, Antibakteri
Linoleic Acid adalah sejenis asam lemak esensial yang terdapat dalam berbagai jenis minyak nabati, seperti minyak biji bunga matahari, minyak biji zaitun, dan minyak biji aprikot. Linoleic Acid merupakan salah satu jenis asam lemak omega-6 yang dikenal memiliki manfaat bagi kulit dan rambut. Linoleic Acid juga dapat membantu melembutkan dan mengencangkan kulit, serta membantu menjaga kelembaban dan kesehatan kulit. Namun, perlu diingat bahwa Linoleic Acid dapat menyebabkan iritasi pada kulit yang sensitif jika digunakan dalam jumlah yang terlalu banyak atau terlalu sering.
Bahan ini mampu membawa bahan-bahan lain untuk melewati skin barrier sampai ke aliran darah. Tidak memiliki manfaat langsung untuk kulit dan memiliki toksik rating yang rendah (tidak mangakibatkan sensitivitas) sehingga biasa digunakan industri kecantikan sebagai pengawet.
Pelembap multifungsi yang tidak hanya melembapkan kulit, tetapi juga memiliki sifat antimikroba yang membantu menjaga kesegaran dan kebersihan produk agar tidak cepat rusak.
Bahan yang bersifat menenangkan yang sering digunakan dalam skincare. Bahan ini dapat ditemukan secara alami di akar & daun tanaman komprei, tetapi yang lebih sering digunakan pada produk kosmetik adalah versi sintetis. Tidak hanya menenangkan tetapi juga melembutkan dan melindungi kulit serta dapat mempercepat penyembuhan luka.
Butylhydroxytoluene (BHT) adalah sintetis antioksidan kuat yang digunakan untuk mencegah oksidasi pada produk kosmetik dan menjaga stabilitas formula. Bahan ini melindungi bahan aktif dari kerusakan akibat paparan udara dan cahaya. Meskipun efektif dalam jumlah kecil, penggunaannya dalam kosmetik diatur ketat untuk memastikan keamanan.Jumlah penggunaan BHT dalam produk kosmetik biasanya 0,01-0,1%, dan tidak menimbulkan risiko bagi kulit, juga tidak menembus kulit cukup jauh untuk diserap ke dalam aliran darah.
Minyak avokad kaya akan asam lemak esensial, seperti asam oleat, serta vitamin A, D, dan E, yang membantu melembapkan dan menutrisi kulit. Bahan ini juga memiliki sifat antioksidan yang melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas. Sering digunakan dalam produk untuk kulit kering atau sensitif, minyak avokad membantu meningkatkan elastisitas dan memperbaiki tekstur kulit.
Oleic Acid adalah bahan aktif yang sering digunakan dalam produk perawatan kulit karena manfaatnya yang mendukung kesehatan kulit. Senyawa ini dikenal memiliki berbagai sifat fungsional seperti antioksidan, anti-inflamasi, atau pelembap, tergantung pada karakteristik unik dari masing-masing bahan. Penggunaan rutin bahan ini dapat membantu meningkatkan penampilan dan vitalitas kulit.
Triethoxycaprylylsilane adalah agen pengikat yang membantu menyatukan bahan-bahan mineral dalam formula kosmetik. Bahan ini meningkatkan stabilitas dan daya rekat produk pada kulit, terutama dalam sunscreen berbasis mineral. Selain itu, ia juga membantu menciptakan lapisan pelindung yang tahan lama.
Propylene Glycol adalah cairan tidak berwarna, yang tugas utamanya, biasanya, adalah meningkatkan stabilitas produk. Ini berarti memastikan bahwa produk tidak membeku atau meleleh dalam suhu rendah atau tinggi. Untuk mencapai ini, biasanya hanya digunakan dalam jumlah kecil – biasanya kurang dari 2%.Fungsi lainnya termasuk menjadi humektan (membantu kulit menarik air), menjadi pelarut untuk bahan lain dan menjadi penambah penetrasi.
Palmitic Acid adalah asam lemak jenuh yang secara alami terdapat dalam minyak kelapa, minyak kelapa sawit, dan lemak hewani. Bahan ini berfungsi sebagai emolien yang membantu melembapkan kulit dengan memperbaiki penghalang kulit dan mencegah kehilangan kelembapan. Selain itu, Palmitic Acid sering digunakan sebagai bahan pengental dan stabilizer dalam produk kosmetik seperti krim dan lotion.
Bahan perawatan kulit yang paling umum dari semuanya. Biasanya terdapat di tempat pertama daftar bahan, artinya merupakan kandungan dominan dari komposisi pembentuk produk. Merupakan pelarut untuk bahan yang tidak bisa larut dalam minyak.
Air yang digunakan dalam kosmetik biasanya telah dimurnikan dan dideionisasi (artinya hampir semua ion mineral di dalamnya dihilangkan). Hal ini dapat membuat produk tetap stabil dari waktu ke waktu.
Fungsi: Pelarut
Asam lemak multi-tugas yang umum. Membuat kulit Anda terasa bagus dan halus (emollient), dan membantu menstabilkan campuran air dan minyak (alias emulsi).
Pelembab alami yang juga ada di kulit kita.Molekul yang sangat umum, aman, efektif, dan murah dan telah digunakan selama lebih dari 50 tahun. Menjaga lipid kulit di antara sel-sel kulit kita dalam keadaan sehat, melindungi dari iritasi, membantu memulihkan lapisan kulit.
melembabkan
memperbaiki tekstur kulit
Fungsi: Pengemulsi, Pelarut, Bahan Aktif
Linolenic Acid adalah asam lemak esensial yang membantu memperbaiki penghalang kulit dan mengurangi inflamasi. Bahan ini memberikan hidrasi mendalam dan cocok untuk kulit kering atau iritasi. Selain itu, ia membantu memperbaiki tekstur kulit dan meningkatkan elastisitas.
Isobornyl Acetate merupakan sebuah ester yang terdiri dari asam asetat dan isobornil alkohol. Fungsi utama Isobornyl Acetate adalah sebagai bahan pelarut dan pengawet, yaitu bahan yang dapat membantu menyebarkan bahan aktif dalam formula produk dan memperpanjang masa simpan produk. Isobornyl Acetate juga dapat digunakan sebagai bahan pewangi alami dalam produk perawatan kulit dan rambut. Namun, perlu diingat bahwa Isobornyl Acetate dapat menyebabkan iritasi pada kulit yang sensitif jika digunakan dalam jumlah yang terlalu banyak atau terlalu sering.
Calendula Officinalis Flower Extract adalah ekstrak bunga marigold, yaitu tumbuhan yang termasuk dalam keluarga Asteraceae. Fungsi utamanya adalah membantu menenangkan dan meredakan iritasi pada kulit. Namun dapat digunakan sebagai bahan pelicin dan pelembab alami serta sebagai bahan pembersih pada produk perawatan kulit.
Chamomile memiliki antioksidan moderat dan studi menunjukkan hal tersebut ampuh untuk menenangkan kulit.Jika Anda alergi terhadap tanaman dalam keluarga daisy, Anda mungkin perlu menghindari produk yang mengandung chamomile.
Fucus Vesiculosus Extract adalah ekstrak dari Fucus Vesiculosus, yaitu tumbuhan laut yang tumbuh di daerah-daerah sekitar lautan Atlantik Utara. Fucus Vesiculosus Extract biasanya digunakan dalam produk perawatan kulit dan rambut. Fucus Vesiculosus Extract dikenal karena kandungan mineral dan vitamin yang tinggi, seperti iodine, potassium, calcium, dan magnesium. Fungsi utama Fucus Vesiculosus Extract adalah sebagai pelembab alami, yaitu bahan yang dapat membantu menjaga kelembaban kulit dan rambut.
Bahan ini dapat mengurangi garis halus pada kulit dan dapat digunakan sebagai pembersih alami dalam produk perawatan kulit untuk membersihkan kulit dari sisa-sisa make up dan kotoran.
Triticum Vulgare (Wheat) Bran Extract adalah ekstrak dari kulit biji gandum, yaitu tumbuhan yang termasuk dalam keluarga Poaceae. Bahan ini dikenal karena kandungan vitamin dan mineral yang tinggi, seperti vitamin E, asam lemak esensial, dan serat. Triticum Vulgare (Wheat) Bran Extract dapat membantu menjaga kelembaban kulit dan rambut, serta membantu melembutkan dan mengencangkan kulit.
Namun, bahan ini dapat menyebabkan iritasi pada kulit yang sensitif jika digunakan dalam jumlah yang terlalu banyak atau terlalu sering. Selain itu bahan ini tidak cocok untuk digunakan pada kulit yang memiliki kepekaan terhadap gluten.
Arachidic Acid adalah bahan aktif yang sering digunakan dalam produk perawatan kulit dan kosmetik karena fungsi emolien, pelembap, atau bahan pendukung lainnya. Senyawa ini dikenal memiliki berbagai sifat fungsional tergantung pada karakteristik unik dari masing-masing bahan, seperti melembutkan kulit, menambah kilau, atau meningkatkan stabilitas produk.
Behenic Acid adalah bahan aktif yang sering digunakan dalam produk perawatan kulit karena manfaatnya yang mendukung kesehatan kulit. Senyawa ini dikenal memiliki berbagai sifat fungsional seperti antioksidan, anti-inflamasi, atau pelembap, tergantung pada karakteristik unik dari masing-masing bahan. Penggunaan rutin bahan ini dapat membantu meningkatkan penampilan dan vitalitas kulit.
Emulsifier alami yang memastikan campuran bahan berbasis minyak dan air tetap stabil. Memberikan tekstur lembut dan halus pada formulasi produk. Membantu bahan aktif terserap dengan lebih baik ke dalam kulit.
Tocopherol adalah sejenis vitamin yang terdapat dalam berbagai jenis minyak nabati, seperti minyak biji bunga matahari, minyak biji zaitun, dan minyak biji aprikot. Tocopherol merupakan salah satu jenis vitamin E yang dikenal memiliki manfaat bagi kulit dan rambut. Fungsi utama tocopherol adalah sebagai antioksidan, yaitu bahan yang dapat membantu melindungi kulit dan rambut dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.
Bahan ini dapat menyebabkan iritasi pada kulit yang sensitif jika digunakan dalam jumlah yang terlalu banyak atau terlalu sering.
Asam alami yang sering digunakan untuk menyeimbangkan pH produk dan juga bekerja sebagai eksfoliator ringan yang membantu mengangkat sel-sel kulit mati, sehingga kulit tampak lebih cerah.
Digunakan sebagai bahan pengawet, hampir selalu digunakan bersamaan dengan bahan pengawet lainnya.
Sodium benzoat atau Natrium benzoat banyak digunakan dalam kosmetik sebagai pengawet. Meskipun bukan bahan berbahaya, namun ketika dikombinasikan dengan ascorbic acid (asam askorbat) dapat menciptakan reaksi kimia yang membentuk benzena -bahan kimia yang digunakan dalam pestisida, pewarna rambut, plastik, dan juga dalam asap rokok.


