EWG Score:
1
Bahan perawatan kulit yang paling umum dari semuanya. Biasanya terdapat di tempat pertama daftar bahan, artinya merupakan kandungan dominan dari komposisi pembentuk produk. Merupakan pelarut untuk bahan yang tidak bisa larut dalam minyak.
Air yang digunakan dalam kosmetik biasanya telah dimurnikan dan dideionisasi (artinya hampir semua ion mineral di dalamnya dihilangkan). Hal ini dapat membuat produk tetap stabil dari waktu ke waktu.i yang dikumpulkan lebah untuk membangun sarangnya.
Fungsi : Pelarut
Lemak alkohol yang digunakan sebagai emolien, emulsifier, pengental dan agen pembawa bahan lainnya. Dapat diturunkan secara alami, seperti dalam alkohol lemak kelapa, atau dibuat secara sintetis.
Alkohol lemak yang berfungsi sebagai emolien dan pengental, memberikan kelembutan dan meningkatkan tekstur produk. Sering ditemukan dalam krim dan lotion untuk melembapkan dan menjaga konsistensi produk.
Emulsifier yang membantu mencampurkan air dan minyak dalam produk kosmetik. Selain itu, bahan ini juga bertindak sebagai emolien yang melembutkan dan menjaga hidrasi kulit, menjadikannya cocok untuk produk pelembap.
Polyethylene adalah plastik paling umum di dunia. Bahan ini adalah polimer super serbaguna (molekul dari subunit berulang) dan dalam hal kosmetik sering disebut sebagai microbeads.Mampu mengentalkan formula bebas air, meningkatkan kekerasan dan meningkatkan titik leleh emulsi dan balsem tanpa air.
Bubuk biji aprikot adalah eksfolian alami yang digunakan dalam produk perawatan kulit untuk mengangkat sel kulit mati, membersihkan pori-pori, dan meningkatkan tekstur kulit. Bahan ini membantu merangsang regenerasi sel kulit baru, memberikan kulit tampilan yang lebih halus dan cerah. Selain itu, karena berasal dari bahan alami, sering digunakan dalam scrub wajah dan tubuh untuk eksfoliasi lembut tanpa bahan kimia abrasif.
Lanolin anhydrous adalah bentuk lanolin yang tidak mengandung air, berasal dari lemak alami yang diekstrak dari wol domba. Bahan ini merupakan pelembap intensif yang membantu mengunci kelembapan dan memperbaiki penghalang kulit, menjadikannya ideal untuk kulit kering dan pecah-pecah. Selain itu, lanolin anhydrous sering digunakan dalam produk perawatan bibir, krim tangan, dan salep untuk memberikan hidrasi mendalam dan perlindungan terhadap kondisi lingkungan yang keras.
Senyawa lemak yang berasal dari isopropyl alcohol dan myristic acid. Dapat menyebabkan komedo dan mulai berangsur-angsur ditinggalkan pada banyak formulasi baru. Berdasarkan informasi yang tersedia, pada awal 1980-an CIR Expert Panel mengklaim bahwa bahan ini dirasa aman, namun saat ini CIR sedang mempertimbangkan dan meneliti kembali untuk menentukan penilaian keamanan terhadap bahan ini.
Lanolin Alcohol adalah fraksi lanolin yang kaya akan sterol alami dan asam lemak, yang berfungsi sebagai emolien dan pengemulsi dalam produk perawatan kulit. Bahan ini membantu melembutkan kulit, meningkatkan daya serap pelembap, dan menjaga stabilitas formulasi kosmetik. Selain itu, lanolin alcohol sering digunakan dalam produk untuk kulit sensitif karena sifatnya yang lembut dan membantu memperbaiki kekeringan serta iritasi.
SLS berpotensi mengiritasi mata dan kulit namun dapat diatasi dengan formulasi yang tepat dan uji iritasi yang dilakukan oleh produsen produk. SLS dianggap sebagai bahan yang ramah lingkungan karena 100% kandungan biobased, biodegradabilitas, dan potensi bioakumulasi yang rendah. Data toksikologi mendukung bahwa SLS aman digunakan dalam produk pembersih bila diformulasikan untuk meminimalkan potensi iritasinya.
Minyak buah zaitun kaya akan asam lemak esensial dan antioksidan seperti vitamin E. Bahan ini membantu melembapkan kulit secara mendalam dan memperbaiki tekstur kulit yang kering. Selain itu, sering digunakan dalam produk untuk meningkatkan elastisitas dan memberikan perlindungan terhadap agresi lingkungan.
Aman dan lembut. Bukan paraben. Diperkenalkan sekitar tahun 1950 dan dapat digunakan hingga 1% di seluruh dunia. Dapat ditemukan di alam – dalam teh hijau – tetapi versi yang digunakan dalam kosmetik adalah sintetis.
Methylparaben adalah pengawet yang sering digunakan dalam produk kosmetik untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur. Bahan ini membantu menjaga keawetan dan keamanan produk. Dalam konsentrasi yang diatur dengan ketat, methylparaben dianggap aman untuk digunakan dalam produk perawatan kulit.awet.
Pengawet yang efektif mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur dalam produk kosmetik. Membantu menjaga keamanan dan umur simpan produk seperti lotion, krim, dan makeup, dengan konsentrasi yang aman sesuai regulasi.
Versi vitamin E murni yang paling umum digunakan dalam kosmetik. Menurut Leslie Baumann, meskipun bahan ini lebih stabil dan memiliki masa simpan yang lebih lama, ia juga lebih sulit diserap oleh kulit dan mungkin tidak memiliki efek perlindungan cahaya mengagumkan yang sama dengan Vit E.
Zat pelembut kulit sintetis juga digunakan sebagai bahan pengawet, zat pembawa, atau zat pensuspensi untuk bahan pengawet lainnya seperti Phenoxyethanol.
Fungsi : Emolien, Antibakteri
Rating & Review
Total Review
Belum ada review nih. Jadilah yang pertama mengulas produk ini 📝