Emina Apricot Jam Face Scrub

Emina Apricot Jam Face Scrub

Brand

Emina

BPOM

NA18190205184

Kategori

Face Wash

Emina logo
Shopee official store

Deskripsi Produk

Emina Apricot Jam Face Scrub

Sweet treat for your skin! Kombinasi dari Apricot Seed dan Olive Oil dalam Emina Apricot Jam Face Scrub akan secara natural mengeksfoliasi, melembapkan, dan membersihkan sel kulit mati serta kotoran dari kulit wajah kamu. Dapatkan wajah segar seketika!


Komposisi/Ingredients

Emina Apricot Jam Face Scrub

EWG Score

Aqua, Cetyl Alcohol, Stearyl Alcohol, Glyceryl Stearate, Polyethylene, Prunus Armeniaca (Apricot) Seed Powder, Lanolin Anhydrous, Isopropyl Myristate, Lanolin Alcohol, Sodium Lauryl Sulfate, Olea Europaea (Olive) Oil, Fragrance, Phenoxyethanol, Methylparaben, Propylparaben, Tocopheryl Acetate, Ethylhexylglycerin

Bahan dapat berubah sesuai kebijakan produsen. 
Untuk daftar bahan terlengkap dan terbaru, silakan merujuk pada kemasan produk.

Link Belanja

Informasi Komposisi

Emina Apricot Jam Face Scrub

Water / Aqua / Eau

Bahan perawatan kulit yang paling umum dari semuanya. Biasanya terdapat di tempat pertama daftar bahan, artinya merupakan kandungan dominan dari komposisi pembentuk produk. Merupakan pelarut untuk bahan yang tidak bisa larut dalam minyak.

Air yang digunakan dalam kosmetik biasanya telah dimurnikan dan dideionisasi (artinya hampir semua ion mineral di dalamnya dihilangkan). Hal ini dapat membuat produk tetap stabil dari waktu ke waktu.

Fungsi: Pelarut

Cetyl Alcohol

Lemak alkohol yang digunakan sebagai emolien, emulsifier, pengental dan agen pembawa bahan lainnya. Dapat diturunkan secara alami, seperti dalam alkohol lemak kelapa, atau dibuat secara sintetis.

Stearyl Alcohol

Alkohol lemak yang berfungsi sebagai emolien dan pengental, memberikan kelembutan dan meningkatkan tekstur produk. Sering ditemukan dalam krim dan lotion untuk melembapkan dan menjaga konsistensi produk.

Glyceryl Stearate

Emulsifier yang membantu mencampurkan air dan minyak dalam produk kosmetik. Selain itu, bahan ini juga bertindak sebagai emolien yang melembutkan dan menjaga hidrasi kulit, menjadikannya cocok untuk produk pelembap.

Polyethylene

Polyethylene adalah plastik paling umum di dunia. Bahan ini adalah polimer super serbaguna (molekul dari subunit berulang) dan dalam hal kosmetik sering disebut sebagai microbeads.Mampu mengentalkan formula bebas air, meningkatkan kekerasan dan meningkatkan titik leleh emulsi dan balsem tanpa air.

Prunus Armeniaca (Apricot) Seed PowderDetail belum tersedia
Lanolin Anhydrous

Lanolin anhydrous adalah bentuk lanolin yang tidak mengandung air, berasal dari lemak alami yang diekstrak dari wol domba. Bahan ini merupakan pelembap intensif yang membantu mengunci kelembapan dan memperbaiki penghalang kulit, menjadikannya ideal untuk kulit kering dan pecah-pecah. Selain itu, lanolin anhydrous sering digunakan dalam produk perawatan bibir, krim tangan, dan salep untuk memberikan hidrasi mendalam dan perlindungan terhadap kondisi lingkungan yang keras.

Isopropyl Myristate

Senyawa lemak yang berasal dari isopropyl alcohol dan myristic acid. Dapat menyebabkan komedo dan mulai berangsur-angsur ditinggalkan pada banyak formulasi baru. Berdasarkan informasi yang tersedia, pada awal 1980-an CIR Expert Panel mengklaim bahwa bahan ini dirasa aman, namun saat ini CIR sedang mempertimbangkan dan meneliti kembali untuk menentukan penilaian keamanan terhadap bahan ini.

Lanolin Alcohol

Lanolin Alcohol adalah fraksi lanolin yang kaya akan sterol alami dan asam lemak, yang berfungsi sebagai emolien dan pengemulsi dalam produk perawatan kulit. Bahan ini membantu melembutkan kulit, meningkatkan daya serap pelembap, dan menjaga stabilitas formulasi kosmetik. Selain itu, lanolin alcohol sering digunakan dalam produk untuk kulit sensitif karena sifatnya yang lembut dan membantu memperbaiki kekeringan serta iritasi.

Sodium Lauryl Sulfate

SLS berpotensi mengiritasi mata dan kulit namun dapat diatasi dengan formulasi yang tepat dan uji iritasi yang dilakukan oleh produsen produk. SLS dianggap sebagai bahan yang ramah lingkungan karena 100% kandungan biobased, biodegradabilitas, dan potensi bioakumulasi yang rendah. Data toksikologi mendukung bahwa SLS aman digunakan dalam produk pembersih bila diformulasikan untuk meminimalkan potensi iritasinya.

Olea Europaea (Olive) OilDetail belum tersedia
FragranceDetail belum tersedia
Phenoxyethanol

Aman dan lembut. Bukan paraben. Diperkenalkan sekitar tahun 1950 dan dapat digunakan hingga 1% di seluruh dunia. Dapat ditemukan di alam – dalam teh hijau – tetapi versi yang digunakan dalam kosmetik adalah sintetis.

Methylparaben

Methylparaben adalah pengawet yang sering digunakan dalam produk kosmetik untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur. Bahan ini membantu menjaga keawetan dan keamanan produk. Dalam konsentrasi yang diatur dengan ketat, methylparaben dianggap aman untuk digunakan dalam produk perawatan kulit.awet.

Propylparaben

Pengawet yang efektif mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur dalam produk kosmetik. Membantu menjaga keamanan dan umur simpan produk seperti lotion, krim, dan makeup, dengan konsentrasi yang aman sesuai regulasi.

Tocopheryl Acetate

Versi vitamin E murni yang paling umum digunakan dalam kosmetik. Menurut Leslie Baumann, meskipun bahan ini lebih stabil dan memiliki masa simpan yang lebih lama, ia juga lebih sulit diserap oleh kulit dan mungkin tidak memiliki efek perlindungan cahaya mengagumkan yang sama dengan Vit E.

Ethylhexylglycerin

Zat pelembut kulit sintetis juga digunakan sebagai bahan pengawet, zat pembawa, atau zat pensuspensi untuk bahan pengawet lainnya seperti Phenoxyethanol.

melembabkan

memperbaiki tekstur kulit

antiseptik

Fungsi: Emolien, Antibakteri

Tinggalkan komentar